Archive for the ‘Cerpen’ Category
Happy B’day Dinda
Wednesday, December 16th, 2009
Dinda menangis sesunggukan dengan meremas-remas bajunya. Dia duduk meringkuk, kakinya di tekuk. Badannya di sandarkan pada pintu kamar. Sesekali punggung tangannya mengalap air matanya yang jatuh di pipi. Sekali waktu pula dia mengusap ingusnya.
Dua bulan lalu teman sebangku Dinda, Ajeng, memamerkan kotak pencil. Warnanya merah muda dengan coretan biru di tengahnya. Bagus sekali. Pasti harganya juga tidak murah. Kotak pensil itu ada pegangan tangannya. Persis seperti tas ibu-ibu. Kalau dibuka, kotak pencil itu punya dua tingkat.
(more...)
“Kang, sopo tho presiden kuwi?”
Wednesday, June 17th, 2009“Orang-orang gila ini membikin onar lagi.” Aku menggerutu.
Di seberang jalan, lapangan yang biasa di buat untuk sepak bola telah berubah jadi lautan manusia. Jalanpun macet. Puluhan truk dan mobil berderet-deret menutup jalan. (more...)
Diam 3
Tuesday, May 19th, 2009“Kemana aja sih kamu?” mata bosku sudah melotot.
Semua yang ada di ruangan memandangku dengan tatapan kesal. Duh Tuhan pengen rasanya meminta agar bumi menelanku sekarang juga. Aku diam kaku di depan pintu, hanya mampu menekukkan kepala dalam-dalam. (more...)
Basah Dan Berdarah
Monday, May 18th, 2009
aku duduk di bawah pohon, meringkukkan kakiku menghindari air hujan gerimis yang jatuh dari ujung dedauan. "ah hujan telah membasahi badanmu sayang" ucapmu sambil mengusap air yang jatuh dikeningku. "Tapi hatiku telah basah sejak tadi sayang, disirami oleh cintamu" jawabku tersenyum. (more...)
Berteman Dalam Ketakutan
Monday, May 18th, 2009
Rifa mengendap-endap disamping pagar rumah besar itu. Sudah sejak dua bulan ini, dia selalu mencuri-curi waktu untuk bisa mengintip rumah yang berada di ujung gang ini dari balek celah pagar kayu yang berlubang. (more...)