Aku tarik koperku dengan loyo. Tidak seperti pulang dua tahun lalu, aku membawa tiga koper besar yang berisi oleh-oleh untuk keluargaku, kali ini aku hanya membawa satu koper ukuran sedang dan tas jinjing kecil. Aku memang tidak berniat pulang lama, mungkin hanya sekitar sepuluh hari. Sebenarnya majikanku di Malaysia melarangku cuti. Aku sendiri sejak lama sudah merancang untuk menambah kontrak kerjaku dua tahun lagi dan baru pulang setelah itu.
“Mana uang cutinya?.” Tanya petugas imigrasi setelah membolak-balik passportku dan tidak menemukan uang di dalamnya.
Aku pikir dalam masa dua tahun ini pelayanan imigrasi sudah berubah, ternyata tradisi memalak masih berjalan. Apakah memang tidak ada pejabat yang tahu? Ataukah banyak pejabat yang diuntungkan dengan praktek illegal ini?.
“Hai mana uangnya? Kok malah bengong?” (more...)