Archive for May, 2009

Namaku Zinnira

Tuesday, May 26th, 2009

Namaku Zinnira. Masku yang pertama memanggilku Ira. Abah dan Ibu lebih suka dengan nama depanku, Zinni. Kawan-kawanku dan juga masyarakat di sekitar rumahku tidak pernah memanggil dengan namaku, tapi dengan sebutan “Neng.” Sebenarnya aku paling suka dengan panggilan dari Mbakku Naila.

“Zeeeeeeee, cepetan ambilkan kitabku, aku sudah terlambat nih” (more...)

Diam 3

Tuesday, May 19th, 2009

“Kemana aja sih kamu?” mata bosku sudah melotot.

Semua yang ada di ruangan memandangku dengan tatapan kesal. Duh Tuhan pengen rasanya meminta agar bumi menelanku sekarang juga. Aku diam kaku di depan pintu, hanya mampu menekukkan kepala dalam-dalam. (more...)

Diam 2

Monday, May 18th, 2009
“Aku tidak berubah cintaku” katamu sambil mendekapku dari belakang dan mencium lembut leherku. Aku diam, tak beranjak dan tak menimpali “Ayolah, maafkan aku” Tanganku meremas majalah National Geography yang dari tadi hanya aku bolak-balik saja tanpa bisa konsentrasi aku baca. (more...)

Diam 1

Monday, May 18th, 2009
Aku meraih remot TV di meja, lalu aku pencet tombol 6 yang merupakan channel favoriteku yakni Discovery channel. Aku naikkan dua kakiku di kursi, dan tanganku memegang erat segelas kopi hitam panas. “Hujan dari semalam kok gak berhenti-henti,” gumamku pelan. Di luar jalanan sepi, tentu orang-orang lebih memilih untuk berdiam diri di kamar dari pada keluar hujan-hujanan, apalagi sekarang weekend. (more...)

Basah Dan Berdarah

Monday, May 18th, 2009
aku duduk di bawah pohon, meringkukkan kakiku menghindari air hujan gerimis yang jatuh dari ujung dedauan. "ah hujan telah membasahi badanmu sayang" ucapmu sambil mengusap air yang jatuh dikeningku. "Tapi hatiku telah basah sejak tadi sayang, disirami oleh cintamu" jawabku tersenyum. (more...)

Aku Tak Memiliki Tubuhku

Monday, May 18th, 2009

Laras membanting celana yang baru dibelinya tadi pagi di sebuah toko baju kumuh di tengah pasar.

“Lagi-lagi tidak muat,” sungutnya sambil menghempaskan tubuhnya di kasur. Jengkel sekali hati Laras, dia sudah beberapa waktu lalu bolak-balik ke toko baju bekas tersebut, untuk memastikan celana jins dengan ukuran XXL itu belum dibeli orang lain. Dia harus menunggu mimpinya untuk segera memakai celana itu selama setengah bulan, sebelum akhirnya pagi ini dia bisa membawanya pulang sehabis menerima gaji, tapi ternyata celana jins yang warnanya sudah memudar karena bekas ekspor tetap tidak muat. Ihhhhhhhhhhhh (more...)

8 Jam Bersama Pelangi

Monday, May 18th, 2009

Sambil kutenteng laptop dan menyembunyikannya dalam jaket, aku berlari menembus hujan. Langkahku semakin cepat ketika hujan yang rintik-rintik telah berubah menjadi sangat deras. Tanpa menghiraukan lagi satpam yang keheranan melihatku tergesa, aku segera menuju lantai 2 di pojok ruangan mall yang menyediakan hot spot. “Tidak bakal aku akan basah kuyub begini, kalau saja jaringan internet di ruanganku tidak bermasalah,” umpatku dalam hati sambil segera menghidupkan jaringan wirelessku. (more...)

Berteman Dalam Ketakutan

Monday, May 18th, 2009
Rifa mengendap-endap disamping pagar rumah besar itu. Sudah sejak dua bulan ini, dia selalu mencuri-curi waktu untuk bisa mengintip rumah yang berada di ujung gang ini dari balek celah pagar kayu yang berlubang. (more...)