Happy B’day Dinda

December 16th, 2009 by coretan
Dinda menangis sesunggukan dengan meremas-remas bajunya. Dia duduk meringkuk, kakinya di tekuk. Badannya di sandarkan pada pintu kamar. Sesekali punggung tangannya mengalap air matanya yang jatuh di pipi. Sekali waktu pula dia mengusap ingusnya. Dua bulan lalu teman sebangku Dinda, Ajeng, memamerkan kotak pencil. Warnanya merah muda dengan coretan biru di tengahnya. Bagus sekali. Pasti harganya juga tidak murah. Kotak pensil itu ada pegangan tangannya. Persis seperti tas ibu-ibu. Kalau dibuka, kotak pencil itu punya dua tingkat. Read the rest of this entry »

Secarik Kertas

November 15th, 2009 by coretan

Aku tarik koperku dengan loyo. Tidak seperti pulang dua tahun lalu, aku membawa tiga koper besar yang berisi oleh-oleh untuk keluargaku, kali ini aku hanya membawa satu koper ukuran sedang dan tas jinjing kecil. Aku memang tidak berniat pulang lama, mungkin hanya sekitar sepuluh hari. Sebenarnya majikanku di Malaysia melarangku cuti. Aku sendiri sejak lama sudah merancang untuk menambah kontrak kerjaku dua tahun lagi dan baru pulang setelah itu.

“Mana uang cutinya?.” Tanya petugas imigrasi setelah membolak-balik passportku dan tidak menemukan uang di dalamnya.

Aku pikir dalam masa dua tahun ini pelayanan imigrasi sudah berubah, ternyata tradisi memalak masih berjalan. Apakah memang tidak ada pejabat yang tahu? Ataukah banyak pejabat yang diuntungkan dengan praktek illegal ini?.

“Hai mana uangnya? Kok malah bengong?” Read the rest of this entry »

“Kang, sopo tho presiden kuwi?”

June 17th, 2009 by coretan

“Orang-orang gila ini membikin onar lagi.” Aku menggerutu.

Di seberang jalan, lapangan yang biasa di buat untuk sepak bola telah berubah jadi lautan manusia. Jalanpun macet. Puluhan truk dan mobil berderet-deret menutup jalan. Read the rest of this entry »

Namaku Zinnira

May 26th, 2009 by coretan

Namaku Zinnira. Masku yang pertama memanggilku Ira. Abah dan Ibu lebih suka dengan nama depanku, Zinni. Kawan-kawanku dan juga masyarakat di sekitar rumahku tidak pernah memanggil dengan namaku, tapi dengan sebutan “Neng.” Sebenarnya aku paling suka dengan panggilan dari Mbakku Naila.

“Zeeeeeeee, cepetan ambilkan kitabku, aku sudah terlambat nih” Read the rest of this entry »

Diam 3

May 19th, 2009 by coretan

“Kemana aja sih kamu?” mata bosku sudah melotot.

Semua yang ada di ruangan memandangku dengan tatapan kesal. Duh Tuhan pengen rasanya meminta agar bumi menelanku sekarang juga. Aku diam kaku di depan pintu, hanya mampu menekukkan kepala dalam-dalam. Read the rest of this entry »

Diam 2

May 18th, 2009 by coretan
“Aku tidak berubah cintaku” katamu sambil mendekapku dari belakang dan mencium lembut leherku. Aku diam, tak beranjak dan tak menimpali “Ayolah, maafkan aku” Tanganku meremas majalah National Geography yang dari tadi hanya aku bolak-balik saja tanpa bisa konsentrasi aku baca. Read the rest of this entry »

Diam 1

May 18th, 2009 by coretan
Aku meraih remot TV di meja, lalu aku pencet tombol 6 yang merupakan channel favoriteku yakni Discovery channel. Aku naikkan dua kakiku di kursi, dan tanganku memegang erat segelas kopi hitam panas. “Hujan dari semalam kok gak berhenti-henti,” gumamku pelan. Di luar jalanan sepi, tentu orang-orang lebih memilih untuk berdiam diri di kamar dari pada keluar hujan-hujanan, apalagi sekarang weekend. Read the rest of this entry »

Basah Dan Berdarah

May 18th, 2009 by coretan
aku duduk di bawah pohon, meringkukkan kakiku menghindari air hujan gerimis yang jatuh dari ujung dedauan. "ah hujan telah membasahi badanmu sayang" ucapmu sambil mengusap air yang jatuh dikeningku. "Tapi hatiku telah basah sejak tadi sayang, disirami oleh cintamu" jawabku tersenyum. Read the rest of this entry »

Aku Tak Memiliki Tubuhku

May 18th, 2009 by coretan

Laras membanting celana yang baru dibelinya tadi pagi di sebuah toko baju kumuh di tengah pasar.

“Lagi-lagi tidak muat,” sungutnya sambil menghempaskan tubuhnya di kasur. Jengkel sekali hati Laras, dia sudah beberapa waktu lalu bolak-balik ke toko baju bekas tersebut, untuk memastikan celana jins dengan ukuran XXL itu belum dibeli orang lain. Dia harus menunggu mimpinya untuk segera memakai celana itu selama setengah bulan, sebelum akhirnya pagi ini dia bisa membawanya pulang sehabis menerima gaji, tapi ternyata celana jins yang warnanya sudah memudar karena bekas ekspor tetap tidak muat. Ihhhhhhhhhhhh Read the rest of this entry »

8 Jam Bersama Pelangi

May 18th, 2009 by coretan

Sambil kutenteng laptop dan menyembunyikannya dalam jaket, aku berlari menembus hujan. Langkahku semakin cepat ketika hujan yang rintik-rintik telah berubah menjadi sangat deras. Tanpa menghiraukan lagi satpam yang keheranan melihatku tergesa, aku segera menuju lantai 2 di pojok ruangan mall yang menyediakan hot spot. “Tidak bakal aku akan basah kuyub begini, kalau saja jaringan internet di ruanganku tidak bermasalah,” umpatku dalam hati sambil segera menghidupkan jaringan wirelessku. Read the rest of this entry »